Mendaki gunung, adalah hal yang sedang digemari di kalangan remaja. Banyak remaja yang sudah mendaki banyak gunung di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, dan bahkan ada yang sampai luar negeri. Mungkin ada juga di antara sobat-sobat sekalian yang belum pernah sama sekali atau "baru berencana" untuk naik gunung. Nah, mumpung saya baru nganggur nih, saya mau share ke sobat-sobat sekalian yang mau naik gunug. Cekidooot !!
Barang:
Pakaian =>
- Kaos kaki
- Kaos tangan
- Jaket hangat
- Celana Panjang
- Baju ganti secukupnya
- Sepatu tracking atau sendal gunung
- Topi rimba(kalau punya)
- Slayer
- Sleeping bag (kantong tidur)
Peralatan =>
- Headlamp/Senter dengan BATERAI EXTRA
- Day pack atau tas biasa (untuk perjalanan pendek)
- Carrier 60-80 liter (untuk perjalanan menginap)
- Tenda dome (bila akan camping)
- Ponco / mantrol batman
- Korek dalam wadah waterproof(tempat film) dan lilin
- nesting atau panci memasak
- Parafin atau kompor gas mini (contoh :gassmate, dll)
- Tissue
- Obat pribadi
- Kompas/alat navigasi
Logistik =>
- Air 3-5 liter (menyesuaikan panjang dan lama perjalanan)
- Coklat, Gula jawa, Pisang, dll (yang mengandung glukosa)
- Permen
- Jahe, Skoteng, dll untuk menghangatkan badan
- Mie instan (jangan terlalu banyak bergantung pada mi instan)
- Seimbangkan dengan sayuran
Tambahan (kalau perlu aja ya) =>
Persiapan:
Setelah semua barang-barang sudah siap, kita juga harus mempersiapkan "Jasmani dan Rohani" kita. Mulai dari kesehatan fisik, kesehatan jiwa, niat yang bulat, kepercayaan pada Tuhan, juga ada hal-hal yang harus diperhatikan saat dan setelah "Naik Gunung". Berikut adalah persiapan untuk mendaki supaya kita semua bisa memulai petualangan dan dapat memperoleh pengalaman yang "sangat tidak dapat dilupakan". Langsung aja ini dia persiapannya !
=> Perencanaan
Sebagai pendaki yang baik, kita harus merencanakan secara matang sebuah pendakian. Kita harus menentukan Route Pendakian, keadaan cuaca, jumlah pendaki, jangka waktu (itu semua untuk menentukan perbekalan yang dibawa), dan yang paling penting adalah Ijin dari Orang tua juga pacar.
=> Kesiapan Fisik
Dianjurkan untuk berolah raga secara rutin sebelum melakukan pendakian karena supaya kita tidak "terengah-engah" saat mendaki.
=> Penguasaan medan dan route
Sebaiknya, ajaklah satu atau lebih teman/orang disekitar kamu yang telah menguasai medan atau hafal route supaya bisa memimpin kita semua saat mendaki. Karena peran ini sangatlah penting untuk kelancaran kita saat mendaki.
=> Perlengkapan yang mencukupi tapi tidak memberatkan
Melihat banyaknya perlengkapan yang harus dibawa, lebih bijaksana bila kita tetap menyesuaikan gunung dan medan yang akan kita daki. Saya mempunyai sebuah tips supaya kita bisa mendaki dengan seru. Bawalah barang-barang yang seperlunya saja, usahakan jangan ada barang yang dibawa dengan tangan (masukan kedalam carrier/tas) suapaya saat melalui jalur yang sulit, tangan kita bisa membantu.
Bagilah barang-barang kamu dengan teman yang sekiranya "bawaannya masih ringan" supaya beban kita bisa merata. Letakan barang yang lebih berat diatas barang yang lebih ringan, ini bertujuan supaya beban yang berat ada di punggung bukan di pinggang sehingga kaki bisa melangkah dengan enak. Tapi sebelumnya, bungkuslah barang itu dengan kantong plastik supaya tidak basah atau tercampur dengan barang kotor.
=> Bahan makanan yang mencukupi
Membawa makanan dalam mendaki gunung juga penting. Bawalah makanan yang ringan, ringkas namun cukup mengandung kalori. Juga bahan makanan yang cepat dimasak. Jangan membawa dan mengonsumsi minuman beralkohol karena meskipun hangat namun minuman beralkohol dapat memicu pecahnya kapiler darah karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai dalam tubuh.
=> Memperoleh izin dan melapor pada Pos Pendakian
Sebelum pendakian dilakukan, kita harus melapor dan memperoleh izin dari pihak-pihak terkait terutama di Pos Pendakian. Di pos pendakian ini, isilah buku tamu dengan mencantumkan durasi pendakian, alamat lengkap dan nomor telepon keluarga atau teman yang dapat dihubungi bila terjadi musibah di gunung. Setelah kembali (turun) dari mendaki gunung jangan lupa untuk melapor kembali ke Pos Pendakian.
=> Tidak merusak alam
Menikmati keindahan alam tanpa merusak atau menyakiti alam tentu akan semakin indah. Karena itu selama pendakian hindari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak keindahan dan keseimbangan alam seperti melakukan aksi coret-coret (vandal), menebang tumbuhan sembarangan, menangkap hewan, memetik bunga (seperti Edelweiss), maupun membuang sampah anorganik.
Sampah, terutama sampah plastik yang dihasilkan selama pendakian hendaknya dikumpulkan dalam kantong plastik dan dibawa turun gunung dan dibuang di tempat sampah di Pos Pendakian. Tips ini sesuai dengan semboyan yang biasanya dipegang oleh pencinta alam "jangan pernah meninggalkan apapun di gunung kecuali tapak kaki dan kenangan".
Jika selesai menyalakan api unggun, matikan hingga betul-betul padam termasuk bara apinya dengan menyiram air atau menutupnya dengan tanah. Juga ketika membuang putung rokok, matikan dulu bara apinya. Ini untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan.
=> Larangan
Kita harus menjadi pendaki yang mempunya sikap yang baik. Gunung adalah suatu ciptaan Tuhan yang luar biasa. Selain menjaga, saat mendaki kita juga dihimbau untuk tidak senonoh atau seenaknya sendiri. Kita harus bisa menjaga "Perkataan", menjaga sikap, juga menjaga pikiran dari pikiran negatif.
=> Saat turun
Setelah puas melihat bumi dari puncak, kita tetap harus berhati-hati untuk pulang. Perhatikan langkah kamu, tanah yang kalian pijak, juga lingkungan sekitar. Usahakan agar kaki tetap mengikuti medan yang kita pijak (jangan kaku), dan biasakan untuk memantulkan lutut (nge-per) untuk mengurangi tekanan yang diterima oleh sendi.
Banyak ya hal yang harus dipersiapkan untuk mendaki ? Nah itulah sebuah syarat untuk mencapai sesuatu yang "Nikmat". Jika kita sanggup untuk memenuhi itu semua, saya berani menjamin kalau kita semua bisa mendaki dan mendapatkan pengalaman luar biasa yang dapat kita share ke teman-teman kita. Sekian hal yang bisa saya Share ke sobat-sobat semua, semoga bisa membantu. Kalau ada kurangnya, Saya minta maaf, karena kesempurnaan itu hanya milik Tuhan.
SELAMAT MENDAKI !!